BANGSAONLINE.com - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan ekonomi digital dunia. Ia menekankan, pertumbuhan ekonomi digital harus berjalan beriringan dengan pelestarian budaya dan penguatan karakter bangsa.
“Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi kekuatan ekonomi digital dunia. Namun pertumbuhan itu akan jauh lebih bermakna jika di saat yang sama kita mampu menjaga anak-anak kita, memperkuat karakter generasi muda, dan memastikan budaya bangsa tetap hidup,” ujarnya, Jumat (3/7/2026).
Menurut dia, transformasi digital membuka peluang besar bagi Indonesia untuk memperkuat ekonomi tanpa kehilangan akar kebudayaan. Ia menambahkan, penetrasi internet yang kini mencapai sekitar 230 juta pengguna atau hampir 80 persen populasi menjadi motor penggerak utama ekonomi digital di kawasan ASEAN.
Indonesia bahkan berkontribusi sepertiga dari total ekonomi digital regional. Kendati demikian, Meutya mengingatkan agar transformasi digital tidak mengesampingkan instrumen penting lain, termasuk implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 (PP Tunas).
Kebijakan tersebut dinilai penting untuk memastikan ruang digital Indonesia aman dan nyaman, khususnya bagi anak-anak.
“Ruang digital harus menjadi ruang yang aman, sehat, dan produktif. Anak-anak perlu mendapatkan keseimbangan antara dunia digital dan kehidupan nyata, termasuk ruang untuk mengenal permainan tradisional, seni, budaya, serta interaksi yang sehat di lingkungan keluarga,” kata Menkomdigi. (rom)










