DKP2P Tuban Ajak SPPG Selamatkan Pangan, Sisa MBG Diminta Tak Jadi Sampah

Menurutnya, SPPG perlu memberikan edukasi kepada para penerima manfaat, khususnya siswa, agar menghabiskan makanan yang diterima dan tidak menyisakan makanan secara berlebihan. Jika terdapat sisa makanan, pemanfaatannya harus diupayakan sebelum berakhir menjadi sampah.

"Jangan sampai jadi sampah. Contohnya nasi sisa bisa diolah jadi nasi goreng,” katanya.

Selain itu, sisa makanan yang sudah tidak layak dikonsumsi manusia juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak melalui kerja sama dengan para peternak setempat.

“Bisa diberikan gratis atau dikerjasamakan biar jadi income,” imbuhnya.

Eko meminta SPPG mengedukasi penerima manfaat, terutama siswa, agar menghabiskan makanan dan tidak menyisakan berlebihan. Jika ada sisa, harus diolah sebelum jadi sampah.

"Jangan sampai jadi sampah. Contohnya nasi sisa bisa diolah jadi nasi goreng,” katanya.  

Selain itu, sisa makanan yang tak layak konsumsi juga bisa jadi pakan ternak lewat kerja sama dengan peternak.

“Bisa diberikan gratis atau dikerjasamakan biar jadi income,” imbuhnya.  

Ia juga mengingatkan penyimpanan bahan baku harus aman.

“Bahan yang mudah rusak jangan terlalu lama di luar, simpan di tempat yang aman,” tegas Eko.  

Sementara itu, Sekretaris Komisi 3 DPRD Tuban, Sumartono mendorong bahan baku MBG diprioritaskan dari pasar tradisional lokal. Menurutnya, langkah ini akan menggerakkan ekonomi daerah. 

“Saya minta belanja bahan baku di pasar-pasar lokal, sehingga ada impact perputaran keuangan di wilayah lokal,” ujarnya. 

Politisi PKB itu berharap BUMD pangan yang menyuplai MBG menyerap komoditas petani dan pasar lokal, termasuk beras.

“Perlu ada penyerapan dari petani maupun pasar lokal agar stok pangan stabil,” ungkapnya.  

Sumartono juga mendorong sinkronisasi DKP2P Tuban dan SPPG untuk jaga stok dan tekan lonjakan harga.

“Kita ingin jamin stok aman dan harga tetap stabil,” pungkasnya.  (coi/van)