Kepergok Curi Kotak Amal Masjid di Nguling Pasuruan, Pria Tanpa Identitas Nyaris Tewas Diamuk Massa

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Seorang pria misterius yang belum diketahui identitasnya nyaris tewas setelah menjadi sasaran amuk massa. Pria tersebut kepergok mencuri uang kotak amal di Masjid Al-Ibrohimi, Desa Watestani, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan pada Sabtu (13/6/2026) dini hari.

Meski pelaku diduga hanya berhasil menguasai uang sekitar Rp81 ribu, nilai kerugian yang relatif kecil itu tidak mampu meredam kemarahan warga. Sebaliknya, aksi pencurian yang disebut-sebut sudah kerap berulang di lingkungan masjid tersebut memicu ledakan emosi warga hingga berujung pada tindakan main hakim sendiri.

Peristiwa ini bermula ketika seorang warga yang sedang melaksanakan salat tahajud mencurigai gerak-gerik seorang pria di dalam masjid. Saat diamati lebih dekat, pria asing tersebut ternyata sedang berusaha mencongkel kotak amal.

Menyadari aksinya dipergoki, pelaku sempat berusaha mengelabui saksi dengan berpura-pura menunaikan salat. Namun, upaya tersebut gagal total. Warga yang telanjur curiga segera mengamankan pelaku sebelum akhirnya kabar penangkapan ini menyebar luas ke permukiman sekitar.

Tak berselang lama, puluhan warga mulai berdatangan ke lokasi. Situasi yang semula kondusif berubah menjadi mencekam ketika massa mulai mengeroyok pelaku. Pria tersebut diinjak, ditendang, hingga dipukul menggunakan sandal oleh warga yang tersulut emosi.

Aksi kekerasan ini didasari akumulasi kekecewaan masyarakat atas hilangnya uang kotak amal yang sudah beberapa kali terjadi di wilayah tersebut.

Beruntung, petugas dari Polsek Nguling yang menerima laporan segera tiba di lokasi untuk meredam amuk massa. Polisi langsung mengevakuasi pelaku yang sudah babak belur dalam kondisi penuh luka ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti di tempat kejadian perkara (TKP), berupa satu buah kotak amal berwarna hijau dengan kondisi pengait kunci yang telah rusak. Serta uang tunai sekitar Rp81 ribu yang ditemukan di dalamnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kasi Humas Polres Pasuruan Kota, Aipda Junaedi, menjelaskan bahwa kasus ini masih dalam tahap penyelidikan mendalam. Polisi juga masih berupaya mengungkap identitas asli pelaku karena tidak ditemukan kartu identitas maupun dokumen pribadi apa pun pada tubuhnya saat ditangkap.

"Saat ini identitas terduga pelaku masih dalam proses penyelidikan. Kami juga masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi serta terduga pelaku untuk melengkapi proses hukum yang berjalan," ujar Junaedi.

Meskipun ada wacana penyelesaian perkara di luar pengadilan, Junaedi menegaskan bahwa pihak kepolisian tetap menjalankan penanganan perkara ini sesuai dengan prosedur yang berlaku.

"Ada pengajuan dari pihak pelapor terkait kemungkinan penyelesaian secara restorative justice. Namun proses pemeriksaan tetap kami lakukan untuk memperoleh gambaran utuh mengenai peristiwa yang terjadi," tegasnya.

Bagaimanapun, tindakan pencurian di rumah ibadah kerap memicu kemarahan publik karena tidak hanya merugikan materi, tetapi juga mencederai nilai-nilai moral keagamaan. Namun di sisi lain, aksi main hakim sendiri seperti ini tetap berpotensi menimbulkan persoalan hukum baru karena mengancam keselamatan jiwa seseorang.

Hingga Sabtu siang, pihak kepolisian masih terus mendalami latar belakang pelaku guna memastikan apakah yang bersangkutan memiliki keterkaitan dengan rangkaian kasus pencurian kotak amal yang sebelumnya kerap dikeluhkan oleh warga di wilayah Nguling. (maf/rev)


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini:Kepergok Curi Kotak Amal Masjid di Nguling Pasuruan, Pria Tanpa Identitas Nyaris Tewas Diamuk Massa