Rofi'i Muchlis
PASURUAN,BANGSAONLINE.com - Menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35, dorongan agar kepemimpinan organisasi diisi figur bersih dan minim konflik semakin menguat.
Ketua Nahdliyin United (NUN)Muhamad Rofi’i Muchlis, , menegaskan pentingnya memilih calon Ketua Umum (Ketum) dan Rais Aam yang berintegritas.
BACA JUGA:
- Wakil Rais Aam Mundur dari Koperasi BUMNU, Kiai Afif: Saya Baru Tahu Kalau Jadi Pengurus
- Kiai Miftah Bantah Hadang Pesantren Lirboyo Jadi Tuan Rumah Muktamar NU
- Nama Tunggal di SK, Rais Aam Putuskan Lokasi Munas-Konbes NU di Ponpes Alfalah Ploso Kediri
- Teladan dari Ketua PCNU Kota Malang, Gus Is Serahkan Bisyarah Ceramah 5 Tahun untuk NU
Ia juga mengingatkan agar figur yang dipilih tidak berasal dari kalangan yang sarat rangkap jabatan, seperti menteri, direktur utama, komisaris, atau posisi strategis lain yang berpotensi mengganggu jalannya organisasi.
Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa pengalaman sebelumnya harus menjadi pelajaran penting bagi seluruh warga Nahdliyin dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi ke depan.
"Ketum dan Rais Aam yang akan datang, carilah orang yang tidak banyak masalah atau yang tidak banyak berkonflik seperti kemarin,” tegasnya.
Menurutnya, posisi Ketua Umum dan Rais Aam bukan sekadar jabatan struktural, melainkan simbol moral serta rujukan teladan umat.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





