Peletakan pembatas di perlintasan sebidang tak berpalang
KOTA MADIUN,BANGSAONLINE.com - Frekuensi perjalanan kereta api yang masih tinggi pasca-puncak arus balik, terutama dalam momen libur panjang Peringatan Wafatnya Yesus Kristus, mendorong KAI Daop 7 untuk terus menggencarkan edukasi dan pengawasan demi menjaga kedisiplinan pengguna jalan.
Berdasarkan hasil evaluasi selama masa Angkutan Lebaran 2026, tercatat enam kejadian gangguan keamanan dan ketertiban, baik di jalur kereta api maupun perlintasan sebidang di wilayah Daop 7 Madiun.
BACA JUGA:
Data ini menjadi dasar KAI untuk tetap meningkatkan kewaspadaan meskipun posko resmi telah ditutup.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menyampaikan bahwa pengawasan di titik rawan tetap menjadi prioritas utama setelah penutupan Posko Angkutan Lebaran pada Senin (30/3).
"Masa Angkutan Lebaran boleh berakhir, namun komitmen KAI terhadap keselamatan perjalanan KA tidak akan pernah kendor. Kami ingin memastikan setiap perjalanan KA tetap lancar dan masyarakat pengguna jalan raya tetap waspada demi keselamatan bersama," tegas Tohari. Minggu (5/4/2026)
Adapun kejadian tersebut adalah:
1.Orang menemper KA di KM 166 +400 – 500, petak jalan antara Ngujang – Kras;
2.Orang menemper KA di KM 184+800, petak jalan antara Ngadiluwih – Kediri;
3.Kendaraan menemper KA di JPL 90 Km 103+5/6, petak jalan antara Kertosono – Baron;
4.Orang menemper KA di Km 205 +6/7, petak jalan antara Purwoasri – Papar;
5.Kendaraan mogok di JPL 03 Km 126+4/5, petak jalan antara Saradan – Bagor;dan
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




