BANGSAONLINE.com - KAI mencatat aplikasi Access by KAI semakin menjadi ekosistem digital utama pelanggan dalam merencanakan, memesan, dan mengelola perjalanan kereta api. Sepanjang Semester I 2026, aplikasi ini melayani 17.009.374 transaksi untuk KA Utama dan KA Lokal, setara 76,34% dari total transaksi tiket.
Dari sisi volume, Access by KAI melayani 24.544.468 pelanggan atau 73,68% dari total 33.313.364 pelanggan. VP Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyebut aplikasi ini dikembangkan sebagai ekosistem perjalanan digital.
“Pelanggan dapat mencari jadwal, memesan tiket, melakukan pembayaran, mengelola tiket, hingga mendapatkan informasi perjalanan melalui satu aplikasi resmi KAI,” ujarnya, Kamis (9/7/2026).
Pertumbuhan pengguna Access by KAI sejalan dengan meningkatnya mobilitas KAI Group. Sepanjang Januari-Juni 2026, KAI Group melayani 258.993.359 pelanggan, naik 7,55% dibandingkan periode sama 2025.
Layanan KA Jarak Jauh dan Lokal naik 8,72% menjadi 29.858.267 pelanggan, KAI Commuter naik 6,58% menjadi 204.151.200 pelanggan, sementara LRT Jabodebek melonjak 22,84% menjadi 16.018.911 pelanggan.
Access by KAI kini dilengkapi berbagai fitur, mulai dari pemesanan tiket KA Antarkota, KA Lokal, LRT Jabodebek, Commuter Line, KA Bandara, hingga Kereta Cepat.
Fitur tambahan seperti Connecting Train, Check & Add Ticket, ubah jadwal, pembatalan, e-boarding pass, Trip Planner, Live Tracking, Face Recognition, Railpoin, RailFood, KAIPay, hingga Female Seat Map memperluas fungsi aplikasi dari sekadar pemesanan tiket menjadi ekosistem perjalanan digital.
Hingga 30 Juni 2026, pengguna terdaftar Access by KAI mencapai 30.449.049 user dengan 9.058.935 active user dan 4.893.743 Member Premium. Total unduhan aplikasi mencapai 41.011.320.
“Access by KAI akan terus kami perkuat sebagai ekosistem perjalanan kereta api yang mudah digunakan, informatif, aman, dan dekat dengan kebutuhan pelanggan,” kata Anne. (rom)










