BANGSAONLINE.com - KAI mencatat laba tahun berjalan sebesar Rp2,28 triliun sepanjang Tahun Buku 2025. Arus kas bersih dari aktivitas operasi badan usaha milik negara tersebut mencapai Rp7,15 triliun.
Laba tahun berjalan meningkat 2,77 persen dibandingkan 2024, sementara laba usaha naik 10,35 persen menjadi Rp8,39 triliun. VP Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan kinerja positif ini dalam siaran pers yang diterima hari ini, Selasa (7/7/2026).
“Kinerja keuangan yang sehat membuat KAI memiliki ruang lebih kuat untuk menjaga keselamatan perjalanan, merawat sarana, memastikan kesiapan operasi, dan meningkatkan kualitas pelayanan. Bagi pelanggan, ini berarti perjalanan dengan kereta api dapat terus diandalkan,” paparnya.
Sepanjang 2025, KAI melayani 503.549.740 pelanggan dan mendistribusikan 69.791.691 ton muatan logistik. Pendapatan konsolidasian tercatat Rp35,76 triliun, dengan laba sebelum pajak naik 12,20 persen menjadi Rp3,71 triliun.
Anne menambahkan, efisiensi diarahkan agar manfaatnya kembali kepada pelanggan. Penerimaan kas dari pelanggan tumbuh 12,68 persen menjadi Rp28,59 triliun, sementara posisi kas akhir tahun meningkat 37,22 persen menjadi Rp6,76 triliun.
Total aset KAI Group pada akhir 2025 tumbuh 8,58 persen mencapai Rp105,43 triliun, sedangkan ekuitas naik 11,23% menjadi Rp39,29 triliun.
Executive Vice President Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudya, menegaskan komitmen pelayanan publik perusahaan. Nilai aset tetap juga meningkat 26,84 persen menjadi Rp37,30 triliun.
“Bagi KAI, angka-angka dalam kinerja keuangan harus bermuara pada pelayanan. Setiap penguatan perusahaan harus membantu pelanggan mendapatkan layanan kereta api yang aman, nyaman, mudah diakses, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” katanya. (rom)










