KAI Daop 7 Madiun Tutup Perlintasan Liar di Blitar, Target Tahunan Terlampaui

BLITAR,BANGSAONLINE.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun kembali menutup perlintasan sebidang liar di Kabupaten Blitar.

Hal ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan. 

Hingga awal Juli 2026, KAI Daop 7 bahkan telah melampaui target penutupan perlintasan liar yang ditetapkan sepanjang tahun ini.

Penutupan dilakukan di perlintasan liar KM 110+222 petak jalan Talun–Garum, tepatnya di Dusun Sonogunting, Desa Pasirharjo, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar.

Kegiatan dipimpin Deputy Pengamanan Daop 7 Madiun Witril bersama Unit Pengamanan (PAM) dan Unit Jalan Rel (JR) 7.11 Blitar.

Petugas menutup akses perlintasan dengan memasang patok rel dan palang dari pipa besi sehingga tidak lagi dapat dilalui kendaraan maupun masyarakat.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun Tohari mengatakan, keberadaan perlintasan liar sangat berbahaya karena tidak dilengkapi fasilitas keselamatan maupun petugas penjaga.

"Penutupan perlintasan liar merupakan langkah nyata KAI dalam mengurangi potensi kecelakaan di perlintasan sebidang. Keselamatan merupakan prioritas utama sehingga keberadaan perlintasan yang tidak memenuhi ketentuan harus ditutup demi melindungi seluruh pengguna jasa kereta api maupun masyarakat," ujar Tohari.

Penutupan tersebut juga melibatkan berbagai unsur, mulai dari Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar, Kecamatan Talun, Pemerintah Desa Pasirharjo, hingga Bhabinkamtibmas Polsek Talun.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
KAI Daop 7 Madiun mengimbau masyarakat agar tidak kembali membuka perlintasan yang telah ditutup maupun membuat perlintasan baru tanpa izin.

Sebab, keberadaan perlintasan yang tidak sesuai ketentuan dapat membahayakan keselamatan jiwa sekaligus mengganggu operasional perjalanan kereta api.

Selain melakukan penutupan, KAI juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, kepolisian, dan para pemangku kepentingan untuk menata perlintasan sebidang demi menciptakan perjalanan kereta api yang selamat, aman, dan andal.

Tohari menambahkan, hingga awal Juli 2026 KAI Daop 7 Madiun telah menutup 12 titik perlintasan sebidang, melampaui target penutupan sepanjang tahun 2026 yang semula ditetapkan sebanyak delapan titik.

"Kami mengapresiasi dukungan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam upaya penutupan perlintasan liar. Sinergi ini sangat penting untuk menekan risiko kecelakaan di perlintasan sebidang serta mewujudkan transportasi perkeretaapian yang semakin aman dan andal," pungkasnya. (ina/van)


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: