Ringkasan Berita
- KAI Daop 7 Madiun meluncurkan program KAI Rail Academy tahunan sebagai bagian dari KAI Schooliday 2026 untuk mengenalkan profesi perkeretaapian dan menumbuhkan kecintaan anak-anak pada transportasi kereta api saat libur sekolah.
- Program diikuti oleh tiga anak terpilih: Sultan Maulana Rafi Ibrahim dan Arsya Nuruddin Zanki dari Madiun, serta Natasya Adera Ramadhona dari Nganjuk.
- Peserta mendapatkan pengalaman langsung bertugas sebagai Kondektur dan Petugas Pengawas Peron (PAP), termasuk berinteraksi dengan pelanggan, memberi pengumuman, dan mempelajari tata cara pelayanan di lapangan.
- Selain itu, anak-anak dikenalkan dengan berbagai profesi seperti masinis, Polsuska, pramugara/pramugari, serta praktik layanan tiket, pemeriksaan boarding, dan jenis layanan kereta api.
- KAI berharap pengalaman ini menjadi kenangan berharga yang mendorong peserta untuk lebih merindukan dan menggunakan kereta api di masa depan.
MADIUN, BANGSAONLINE.com - KAI Daop 7 Madiun menghadirkan program KAI Rail Academy sebagai bagian dari rangkaian KAI Schooliday 2026. Program tahunan yang digelar saat libur sekolah ini dirancang untuk mengenalkan tugas petugas perkeretaapian, sekaligus menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap moda transportasi kereta api.
Tahun ini, Rail Academy diikuti 3 anak terpilih, yakni Sultan Maulana Rafi Ibrahim dan Arsya Nuruddin Zanki dari Madiun serta Natasya Adera Ramadhona dari Nganjuk.
“Ketiga anak yang beruntung untuk mengikuti Rail Academy adalah Sultan Maulana Rafi Ibrahim dan Arsya Nuruddin Zanki dari Madiun serta Natasya Adera Ramadhona dari Nganjuk,” kata Manajer Humas Daop 7 Madiun, Tohari, Minggu (12/7/2026).
Selama program berlangsung, peserta mendapatkan kesempatan bertugas langsung sebagai Kondektur dan Petugas Pengawas Peron (PAP). Mereka berinteraksi dengan pelanggan, memberikan pengumuman melalui fasilitas announcer, serta mempelajari tata cara pelayanan di lapangan.
Anak-anak juga dikenalkan dengan profesi masinis, Polsuska, pramugara dan pramugari, hingga praktik melayani pembelian tiket, pemeriksaan boarding, dan memahami berbagai jenis layanan kereta api. KAI berharap, pengalaman langsung ini menjadi kenangan berharga bagi peserta.
“Momen di akhir masa libur sekolah ini diharapkan menjadi kenangan manis yang berkesan, sekaligus menjadi alasan kuat bagi pelanggan cilik untuk selalu merindukan dan kembali menikmati kenyamanan perjalanan dengan kereta api di masa depan,” ucap Tohari. (dro/mar)










