Program ini turut mendapat dukungan dari Global Reporting Initiative (GRI), organisasi internasional yang dikenal sebagai penyedia standar pelaporan keberlanjutan atau Environmental, Social, and Governance (ESG).
Hery menjelaskan, gagasan menghadirkan fellowship terinspirasi dari berbagai ide keberlanjutan yang muncul saat kegiatan media gathering CIMB Niaga di sejumlah kota sejak 2024. Dari diskusi dengan jurnalis daerah, muncul beragam ide seperti pelestarian hutan di Kediri, penguatan ekosistem pantai di Yogyakarta, perlindungan ekosistem laut di Batam dan Manado, hingga pengembangan tanaman sagu di Jayapura.
“Cerita-cerita tersebut menunjukkan bahwa jurnalis memiliki perspektif yang kuat terhadap isu keberlanjutan di daerah masing-masing. Kami ingin memberi ruang agar ide-ide tersebut dapat diwujudkan menjadi aksi nyata,” jelas Hery.
Direktur Eksekutif IIJ, Umar Idris menambahkan, program ini membuka peluang bagi jurnalis untuk mengambil peran lebih aktif sebagai agent of change dalam isu keberlanjutan.










