Tim BPBD Jatim saat melakukan pengecekan EWS di kabupaten/kota se-Jatim. (Ist)
Tim BPBD Jatim mengecek kondisi fisik dan fungsi EWS di seluruh kabupaten/kota se-Jatim. (Ist)
Sementara Heri, warga Desa Mojomulyo, Jember, juga memberikan pernyataan yang sama terkait manfaat EWS tsunami di wilayahnya.
Selain keberadaan sirine, speaker uji coba EWS menurutnya juga sangat bermanfaat untuk pemberitahuan bagi pengunjung pantai yang banyak berwisata di kawasan Pantai Cemara di sekitar lokasi EWS.
"Speaker itu biasa kami gunakan untuk memberikan peringatan kewaspadaan kepada para pengunjung yang biasa datang bersama anak-anak, agar tidak lengah memantau anak-anaknya yang saat bermain di pantai," ujarnya.
Sementara, Kabid PK BPBD Lumajang Sultan Syafaat yang turut dalam pengecekan EWS menjelaskan adanya 4 EWS BPBD Jatim yang berlokasi di Lumajang, yakni, EWS banjir, longsor dan sirine tsunami.
Menurutnya, keberadaan EWS ini sangat penting untuk deteksi dan peringatan dini kepada masyarakat yang ada di kawasan rawan bencana.
"Yang dibutuhkan EWS ini adalah pemeliharaan dan pengecekan secara berkala seperti saat ini. Saya kira yang perlu terus dilakukan," sarannya.
Terpisah, Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto menegaskan, sepanjang cuaca ekstrem yang terjadi di Jatim saat ini, pihaknya terus meminta dukungan dari berbagai pihak untuk meningkatkan kewaspadaannya, utamanya yang ada di daerah kawasan rawan bencana, baik banjir, longsor maupun tsunami.
"Selain masyarakat yang harus meningkatkan kewaspadaannya, peralatan EWS juga kami chek kondisinya dan personel BPBD juga kami tingkatkan kesiagaannya," terangnya.
Ia pun berharap, sepanjang cuaca ekstrem yang masih berlangsung saat ini, masyarakat, relawan dan personel BPBD di kabupaten/kota bisa terus berkolaborasi meningkatkan kesiapsiagaannya guna mengurangi risiko bencana yang mungkin terjadi.
"Sebetulnya, perkembangan EWS di Jatim ini bisa kami pantau lewat dashboard di kantor. Namun, pengecekan langsung ke lapangan juga perlu dilakukan, agar kami bisa mengetahui kondisi riil EWS di lokasi, supaya bisa menjadi alat deteksi dini bagi masyarakat sekitar jika terjadi bencana," pungkasnya. (dev/msn)















