Ia menegaskan, kegiatan tasyakuran tersebut murni inisiatif masyarakat tanpa dorongan dari pihak kelurahan maupun kecamatan.
Warga secara gotong royong menggelar acara sebagai ungkapan terima kasih atas pembangunan infrastruktur sekaligus upaya mendorong ekonomi kreatif lokal.
“Murni inisiasi warga yang melihat potensi dan peluang. Kami di kecamatan dan kelurahan menyambut baik dan memfasilitasi,” imbuhnya.
Antusiasme warga terlihat dari keterlibatan sekitar 115 pelaku UMKM yang meramaikan kegiatan tersebut. Pelaku usaha tidak hanya berasal dari Kelurahan Betet, tetapi juga dari wilayah lain di Kecamatan Pesantren, sehingga dampak ekonomi yang muncul bersifat lintas wilayah.










