Lapas Sidoarjo Gelar Panen Raya Lele Hasil Pembinaan WBP

Lapas Sidoarjo Gelar Panen Raya Lele Hasil Pembinaan WBP Panen raya lele di Lapas Sidoarjo.

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Lapas Kelas IIA Sidoarjo terus memperkuat program pembinaan kemandirian warga binaan melalui pemanfaatan lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) di Desa Ketapang, Kecamatan Tanggulangin. 

Program tersebut sukses ditandai dengan panen raya lele sebagai bukti nyata hasil asimilasi di luar tembok lapas.

Dalam kegiatan itu, sebanyak 50 kg lele berhasil dipanen. Ikan lele dibudidayakan secara berkelanjutan oleh narapidana yang mengikuti pembinaan keterampilan perikanan, mulai dari tahap pembenihan hingga pemeliharaan.

Kepala Lapas Kelas IIA Sidoarjo, Disri Wulan Agus Tomo, menegaskan panen raya ini bukan sekadar seremonial, melainkan hasil dari proses pembinaan yang terencana dan terukur.

“Tujuannya agar warga binaan memiliki keterampilan nyata yang bisa dimanfaatkan setelah mereka kembali ke masyarakat,” ucapnya, Senin (19/1).

Menurut dia, pemanfaatan lahan SAE merupakan bagian dari strategi Lapas Sidoarjo dalam menyiapkan warga binaan agar siap menjalani reintegrasi sosial setelah selesai masa pidana.

“Kami ingin warga binaan tidak hanya selesai menjalani hukuman, tetapi juga memiliki bekal keterampilan yang bernilai ekonomis. Ini menjadi modal penting bagi mereka untuk hidup mandiri dan produktif setelah bebas,” paparnya.

Selain meningkatkan produktivitas, kegiatan budidaya lele ini juga menanamkan nilai-nilai positif seperti kerja keras, tanggung jawab, dan kemandirian kepada warga binaan. (cat/mar)