Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Kediri, Harisun (kanan) dan Sukadi (kiri) saat menghadiri panen raya. (Ist).
"Kita tidak perlu khawatir, karena pemerintah dan Bulog sudah siap dengan cadangan stok yang luar biasa," jelas Harisun.
Ia menambahkan, pada 2025 Bulog Kediri menargetkan serapan gabah setara 50.000 ton beras dan berhasil terealisasi 100 persen. Saat target dinaikkan menjadi 55.000 ton, capaian serapan mencapai 92 persen.
Menurut Harisun, capaian tersebut menunjukkan kehadiran pemerintah dalam menjaga stabilitas harga sekaligus menjamin kesejahteraan petani. Bulog membeli gabah petani sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram.
"Meskipun stok melimpah, harga gabah tidak akan turun karena sudah ada batasan harga yang ditetapkan," ujarnya.
Namun demikian, ia mengingatkan petani untuk memanen gabah pada waktu yang tepat dan menjaga kualitas hasil panen.
"Yang dibeli Bulog adalah Gabah Kering Panen (GKP) yang sudah siap panen, bukan gabah yang belum matang atau mengandung kotoran," katanya.
Sebagai penegasan swasembada beras nasional, Kementerian Pertanian menyatakan Indonesia tidak akan melakukan impor beras pada 2025 dan 2026.
Panen raya yang digelar di sejumlah daerah juga menjadi bentuk syukur atas melimpahnya stok beras nasional. (uji/van)






