Gus Qowim menyampaikan bahwa kelompok makanan, minuman, dan tembakau masih menjadi penyumbang terbesar inflasi setiap bulan.
Pada Oktober, kebutuhan telur ayam ras meningkat seiring melonjaknya permintaan di seluruh SPPG Kota Kediri.
Dengan kondisi tersebut, ia menilai seluruh pemangku kepentingan harus berupaya menjaga inflasi daerah dalam kisaran 2,5% plus minus 1% agar pertumbuhan ekonomi tetap terakselerasi dan daya beli masyarakat terjaga.
Dalam arahannya, Gus Qowim menekankan perlunya sinergi lintas instansi menghadapi periode Natal dan Tahun Baru 2026.










