Mas Aryan, Penyiar Legendaris dari Bangkalan Terima Penghargaan di Usia 62 Tahun

Tak hanya menyampaikan kabar dari pendopo dan kantor OPD, siarannya juga diwarnai musik pop dan rock klasik. Lagu Ebiet G. Ade kerap mengiringi narasi penuh renungan, sementara dentuman band Nazareth membakar pagi dengan semangat.

Usai siaran, Mas Aryan beralih peran sebagai jurnalis media daring. Ia menenteng ponsel dan buku catatan, melakukan wawancara, reportase, hingga menulis naskah berita dengan disiplin tinggi.

“Menulis itu memberi ketenangan. Saya merasa hidup setiap kali bisa membagi informasi,” tuturnya.

Kesehariannya sederhana. Ia gemar nasi campur, namun pantang jeroan dan alergi ikan pindang. 


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: