Gubernur Khofifah saat memimpin apel dan doa bersama di Mapolda Jatim.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Khofifah memimpin Apel dan Doa Bersama Potensi Masyarakat Jawa Timur untuk Kamtibmas yang Kondusif, yang digelar di Mapolda Jatim, Selasa (2/9/2025).
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa apel dan doa bersama ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum penting untuk meneguhkan komitmen menjaga Jawa Timur tetap aman, damai, dan kondusif di tengah dinamika nasional.
BACA JUGA:
- Gubernur Khofifah Sebut EJIES 2026 Jadi Pusat Inovasi Pendidikan Terbesar di Jatim
- Lepas Kloter Terakhir Jamaah Haji Embarkasi Surabaya, Gubernur Khofifah: Jaga Kesehatan dan Ibadah
- Gubernur Khofifah dan Mendikdasmen Lepas 3.600 Lulusan SMK dan LKP Bekerja ke Luar Negeri
- Pimpin Upacara Harkitnas 2026, Gubernur Khofifah Ingatkan Generasi Alfa Harus Siap Hadapi Era AI
“Syukur Alhamdulillah berkat perlindungan Allah SWT dan kerja keras semua pihak mulai dari Polri, TNI, pemerintah daerah, hingga dukungan penuh masyarakat, situasi Jawa Timur kini berangsur kondusif. Kehadiran kita pagi ini adalah bukti bahwa kita memilih jalan persatuan melalui dialog dan doa bersama,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan masyarakat yang terdampak insiden gangguan keamanan di sejumlah daerah, termasuk di Jawa Timur. Menurutnya, insiden tersebut menimbulkan keresahan dan berdampak pada berbagai sektor.
“Tidak ada satu pun pihak yang menginginkan keresahan. Namun, ujian ini mengingatkan kita bahwa perdamaian adalah hal yang harus terus diperjuangkan,” tuturnya.
Khofifah menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kamtibmas. Sebagai bentuk konkret, Pemprov Jatim telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 100.3/3432/013.1/2025 tentang peningkatan upaya pencegahan gangguan keamanan, ketertiban umum, dan ketenteraman masyarakat.
Melalui SE tersebut, bupati dan wali kota se-Jatim diminta mengambil langkah strategis seperti memperkuat koordinasi lintas instansi, melakukan pengamanan objek vital, mencegah pelibatan peserta didik dalam kegiatan yang berpotensi melanggar hukum, serta mengaktifkan kembali peran kepala desa/lurah, RT/RW, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas.
Selain itu, kampung tangguh dan kampung merah putih diimbau untuk dihidupkan kembali, bersama tokoh agama, masyarakat, dan adat dalam menjaga kerukunan.
Khofifah juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak benar, khususnya di media sosial. Ia mengajak warga untuk menerapkan budaya “saring sebelum sharing” dan cerdas memilah informasi agar tidak terjebak hoaks.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




