āProgram ini segera dijalankan. Karena faktanya, Jember mencatat angka kematian ibu dan bayi tertinggi di Jawa Timur. Bahkan untuk kasus stunting, kita juga selalu berada di posisi teratas, baik peringkat pertama maupun kedua,ā kata kepala daerah yang akrab disapa Gus Fawait itu.
Dalam pelaksanaannya, program ini akan melibatkan lebih dari 1.000 tenaga kesehatan, termasuk dokter kandungan, bidan, perawat, dan tenaga medis lainnya. Mereka akan diterjunkan langsung ke desa-desa untuk memperkuat layanan kesehatan di tingkat akar rumput.
āKita tidak lagi hanya mengandalkan bidan dan kader posyandu desa dalam menangani masalah ini. Tenaga kesehatan tambahan akan turun langsung ke lapangan untuk memberikan pendampingan yang lebih intensif,ā urai Gus Fawait.
Disebutkan olehnya, tenaga medis itu akan bekerja sama dengan petugas lokal untuk mengidentifikasi perempuan yang merencanakan kehamilan atau sedang mengandung. Pendampingan dilakukan secara sistematis, termasuk pemeriksaan rutin oleh tim puskesmas dan dokter umum.










