Gubernur Khofifah mengaku kagum atas capaian Transport for London (TfL). Sebab, badan Pemerintah Inggris itu berhasil memecahkan berbagai masalah dan menemukan pemecahan atas tantangan transportasi di negaranya.
“Saya tidak bisa membayangkan betapa sulitnya untuk bisa membuka jalur kereta api pada gedung-gedung yang berusia ratusan tahun. Tapi TfL bisa mencari solusi sehingga bisa menjadikan sarana transportasi publik yang mengurai kemacetan, sekaligus menjadikannya aman dan nyaman,” kata Khofifah.
Dukungan ini menjadi penting, mengingat tingkat pergerakan warga di wilayah Gerbangkertosusila Plus (GKS+) terbilang tinggi. Tercatat mobilitas di wilayah ini mencapai 10,55 juta per hari, dan 49 persen di antaranya merupakan perjalanan komuter ke Surabaya, dan dari Surabaya.
“Jadi studi ini mendukung RPJMN 2025-2029 dan Program Jatim Akses dalam penyediaan angkutan umum massal. Tentu hal ini penting agar proyek transportasi massal yang akan diimplementasikan memiliki kesiapan yang optimal, terutama dimulai dari proses perencanaan yang berintegrasi,” jelasnya.










