Lomba Kampung Mbois ini untuk menumbuhkan kecintaan warga terhadap Kota Malang dan semangat gotong royong serta keswadayaan masyarakat.
Nilai-nilai partisipasi aktif masyarakat dalam pembangunan lingkungan inilah yang menjadi selaras dengan semangat dalam pilar-pilar Dasa Bakti.
Seperti gotong royong antarwarga membangun solidaritas sosial, menciptakan ketahanan masyarakat, lingkungan toleran menjadi implementasi dari Dasa Bakti Ngalam Santun.
Aspek kepedulian dalam menjaga dan merawat lingkungan sejalan dengan semangat Ngalam Rijik dan Ngalam Seger.
Pengembangan ekonomi melalui potensi khas masing-masing kampung misalnya budaya, wisata, UMKM, sejalan dengan semangat Dasa Bakti Ngalam Idrek dan Ngalam Asyik.
Sejalan dengan itu, Wali Kota Wahyu mengatakan bahwa keberhasilan mewujudkan Dasa Bakti, tentu tidak bisa dicapai sendiri oleh Pemerintah.
Tetapi harus dengan partisipasi dari seluruh elemen masyarakat bahkan dari level RW sekalipun. Karenanya ia mengapresiasi partisipasi RW yang dalam lomba Kampung Mbois ini.
"Saya sampaikan ucapan selamat dan apresiasi khusus kepada para pemenang yang telah menunjukkan partisipasi aktif masyarakat, memahami dan mengimplementasikan Dasa Bakti untuk menuju Malang yang Mbois dan Berkelas," urainya.
Deretan pemenang dalam Lomba Kampung Mbois antara lain; juara II diraih oleh Kelurahan RW 07 Kelurahan Pisangcandi, juara III diraih oleh RW 01 Kelurahan Tunjungsekar, sementara juara harapan I diraih oleh RW 02 Kelurahan Kauman, dan juara harapan II diraih oleh RW 10 Kelurahan Bunulrejo. (dad/van)










