Ia menyampaikan, penyaluran kredit di Bangkalan masih dalam batas wajar. Yaitu di bawah 2 persen. Sedangkan laba bersih mencapai Rp1,25 triliun di tahun 2024
"Kami menjamin Bank Jatim Bangkalan tidak seperti yang terjadi di Cabang Jakarta," ucapnya
"Selesai proses kredit, manajemen kredit Bank Jatim Cabang Bangkalan selalu melakukan pemantauan. Kami akan pastikan di Bangkalan tidak ada kredit fiktif," tegas Anita.
DPRD Bangkalan akan Pantau Penyaluran Kredit
Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Bangkalan, Hotib Marzuki, akan memonitor penyaluran kredit yang ada di Kabupaten Bangkalan sesuai tupoksi bidang komisi pihaknya.
"Sebagi perwakilan dari rakyat dan nasabah Bank Jatim, kami akan selalu memonitor kondisi penyaluran kredit di Bank Jatim Cabang Bangkalan sesuai tupoksi. Jangan sampai kredit fiktif di Cabang Jakarta terjadi," katanya.
Sedangkan, Kasi Humas Kejaksaan Negeri Bangkalan, Imam Hidayat, mengaku belum menerima laporan dari masyarakat soal dugaan kredit fiktif.
"Hingga kini belum ada laporan dari masyarakat," tegasnya. (uzi/van)










