Pj. Wali Kota Kediri Zanariah saat mengikuti Rilis Angka Inflasi Bulan Januari 2025 dan Hunian Hotel Desember 2024 Kota Kediri secara Daring. (Ist)
KOTA KEDIRI,BANGSAONLINE.com - Pj Wali Kota Kediri Zanariah mengikuti secara daring, Rilis Angka Inflasi Bulan Januari 2025 dan Hunian Hotel Desember 2024 Kota Kediri yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri, Senin (3/2/2025).
Sebelum Rilis Angka Inflasi Bulan Januari 2025 diumumkan, Zanariah berharap angka atau data inflasi Kota Kediri sesuai dengan harapan semua pihak terkait.
BACA JUGA:
- BPS: Wisman Tiongkok Dominasi Kunjungan ke Jawa Timur
- Warga Jangan Panic Buying! Inflasi Kota Kediri Capai 3,27 Persen pada Mei, Ini Pemicunya
- Harga Ekspor dan Impor RI Kompak Naik pada Kuartal I 2026, Logam Jadi Pendorong Utama
- Jembatan Kaliombo I Tutup Total hingga Desember 2026, Dishub Kota Kediri Siapkan Rekayasa Lalin
Pemerintah Kota Kediri terus berkomitmen untuk menjaga agar angka atau rilis dari BPS ini bisa ditindaklanjuti sesuai dengan aturan yang ada dan dilaksanakan sesuai dengan dokumen perencanaan, serta potensi dan kemampuan dari Pemerintah Kota Kediri.
“Saat ini sudah ada walikota dan wakil walikota Kediri terpilih. Untuk itu, saya sebagai Pj Wali Kota Kediri akan mengkonsolidasikan perihal ini ke tim transisi. Selain itu, saya berharap komunikasi dan koordinasi antara Pemerintah Kota Kediri, Forkopimda dan BPS dapat ditingkatkan dan dilanjutkan oleh pemerintahan yang baru,” terang Pj Wali Kota Kediri.
Sementara itu, Kepala BPS Kota Kediri Emil Wahyudiono menjelaskan pada bulan bulan Januari 2025 terjadi inflasi month to month (m-to-m) sebesar -0,70% dan inflasi year on year (y-on-y) sebesar 0,54%.
Menurutnya, kelompok penyumbang tertinggi untuk inflasi bulan Januari 2025 secara m-to-m adalah pada kelompok pengeluaran makanan, minuman dan tembakau dengan andil inflasi sebesar 0,46% dan inflasi sebesar 1,71%.
Sedangkan untuk pendorong deflasi dari kelompok pengeluaran perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga dengan andil inflasi sebesar -1,29% dan inflasi sebesar -11,08%.
Komoditas penyumbang deflasi secara m-to-m periode ini, lanjutnya, yakni tarif listrik, bawang merah, telur ayam ras, pisang dan alpukat, serta ketimun, salak, tomat, jeruk, dan kacang panjang.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




