BPS Surabaya Targetkan Pendataan 490 Ribu UMKM di Sensus Ekonomi 2026

BPS Surabaya Targetkan Pendataan 490 Ribu UMKM di Sensus Ekonomi 2026 Salah satu petugas saat melaksanakan Sensus Ekonomi 2026. Foto: BANGSAONLINE

SURABAYA, BANGSAONLINE.com Surabaya menargetkan pendataan seluruh skala usaha dalam Sensus Ekonomi 2026, mulai dari usaha besar, menengah, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kepala Surabaya, Arrief Chandra Setiawan, menyebutkan terdapat 1.402 usaha besar dengan omzet di atas Rp50 miliar yang menjadi sasaran sensus, sekitar 13.000 usaha menengah, serta kurang lebih 490.000 UMKM di Surabaya. 

“Kita akan mendata sebanyak 1.402 usaha besar yang memiliki omzet sekitar Rp50 miliar ke atas. Sekitar 13.000 usaha menengah serta kurang lebih 490.000 itu UMKM yang kecil,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).

Pelaksanaan sensus melibatkan 1.980 petugas dan pengawas sejak 1 Mei 2026. Metode door to door dimulai pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Arrief menjelaskan, Sensus Ekonomi berbeda dengan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang lebih berfokus pada aspek sosial.

“Kalau sensus ekonomi seluruh di Indonesia. Ini project 10 tahun sekali,” katanya.

Hingga pertengahan Juni, pendataan usaha besar telah menjangkau sekitar 800 perusahaan, termasuk sektor perbankan. Sementara itu, metode door to door berhasil mendata sekitar 8.000 usaha dalam dua hari pertama.

Arrief mengakui masih ada tantangan di lapangan, seperti kejenuhan responden akibat sering menjadi objek pendataan. Kendati demikian, pihaknya optimistis target tercapai berkat pendekatan persuasif dan dukungan Pemkot Surabaya. 

“Ada beberapa yang mungkin agak menolak karena respondent burden. Tetapi alhamdulillah dengan pendekatan dan bantuan pemkot, insyaallah nanti kita akan bisa mendapatkan datanya masing-masing,” paparnya. (rom)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO