Grand Launching Majelis Istighotsah dan Pengajian Rutin At-Tibyan Ikapete oleh Gus Fahmi. Foto: YUDI A/BANGSAONLINE
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Majelis Istighotsah dan Pengajian Rutin At-Tibyan Ikapete (Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng) Surabaya menggelar grand launching sekaligus peringatan harlah (hari lahir) yang ke-7 bertempat di Auditorium UINSA Surabaya, Sabtu (21/12/2024).
Khadimul Majelis Istighotsah dan Pengajian Rutin At-Tibyan Ikapete, KH Fahmi Amrullah Hadziq, mengatakan bahwa kegiatan yang digelar tersebut merupakan acara rutin Ikapete Surabaya.
BACA JUGA:
- Halal Bihalal Alumni Pesantren Tebuireng, Menhaj Gus Irfan: Menteri Tak Boleh Terima Amplop
- Jelang Muktamar NU 2026, Gus Fahmi Ingatkan Teladan Hasan Gipo
- Forum Muktamar Tebuireng 2025: Turats Nabawi Desak Pemerintah Tinjau Ulang Hilirisasi SDA
- Inilah di Balik Layar Silaturahim Mustasyar di Pesantren Tebuireng
"Jadi, ini sebenarnya acara rutinan Ikapete Surabaya yang saya isi setiap dua bulan sekali. Hanya kebetulan karena momennya bertepatan dengan 7 tahun lalu kita awali majelis rutinan ini tepat di bulan Desember 2017," kata kiai yang akrab disapa Gus Fahmi ini.
Berdasarkan hal tersebut, maka Ikapete Cabang Surabaya menggelar grand launching majelis istighotsah dan pengajian rutin sedikit lebih meriah dari sebelumnya, dengan mengundang sejumlah cabang Ikapete lainnya.
"Jadi, ada lebih dari 23 cabang Ikapete dan 2 PW (pengurus wilayah) di Jawa-Sumatra yang menjadi jaringan majelis rutinan (istighotsah) yang dilaunching tadi. Karena ini sifatnya rutinan, maka yang hadir seputar Jawa dan Sumatra saja. Tapi tadi ada juga dari Batam," lanjutnya.
Gus Fahmi menjelaskan bahwa Majelis Istighotsah Ikapete merupakan bagian dari kegiatan rutin setiap cabang Ikapete yang ada di Indonesia.
Sedangkan istighotsah yang dipakai adalah istigasah Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari (Mbah Hasyim). Kemudian, Kitab At-Tibyan yang dibaca saat istighotsah merupakan salah satu karya dari KH Hasyim Asy'ari.
"Jadi, memang alumni-alumni Pesantren Tebuireng ini kita ajak untuk melestarikan tinggalan-tinggalan Hadratussyaikh (KH Hasyim Asy'ari) berupa istighotsah dan kitab. Kitabnya kan banyak, tapi yang kita pilih di awal ini At-Tibyan. Nanti, kalau sudah khatam baru kita ganti kitab yang lain karangan Hadratussyaikh juga," jelas Pengasuh Pondok Pesantren Putri Tebuireng Jombang ini.
Ia mengungkapkan bahwa sejak 7 tahun lalu sampai sekarang majelis istighotsah dan pengajian masih belum mengkhatamkan Kitab At-Tibyan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





