"Pembangunan yang dilakukan di tahun 2025 nanti, adalah pembuatan kamar rawat inap untuk pasien BPJS yang sesuai dengan standar. Bukan berarti kamar yang saat ini ada di Gambiran tidak sesuai standar ya. Namun saat pembangunan di awal, standar ini masih belum ada, dan saat ini akan kita benahi ke arah sana," tandasnya.
Dikatakan dr.Aditya, jika saat ini di RSUD Gambiran ada sekitar 280 kamar pasien, yang itu sudah termasuk ruang ICU, ICCU, ruang bayi, ruang anak hingga ruang intensif.
"Jika dikonversi untuk sesuai dengan KRIS maka akan banyak tempat tidur yang hilang. Nah ini yang akan kita tambah dan kita penuhi di tahun 2025 nanti. Saat ini kita sudah melakukan persiapan," terangnya.
Menurutnya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, agar kamar inap bagi pasien BPJS di RSUD Gambiran ini sesuai standar. Jika dulu dalam ruangan itu ada berisi 6 hingga 8 tempat tidur, nah bila berdasarkan standar, maka satu ruangan hanya berisi 4 tempat tidur saja, dengan jarak masing-masing bed ditentukan.










