Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan, Achmad Adzin Utama.
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan, Achmad Adzin Utama, berharap kolaborasi antara pemerintah daerah setempat, serta pemerintah provinsi dalam penanganan minimnya sumber mata air di wilayah selatan yang meliputi Kecamatan Tutur, Tosari, dan Puspo.
"Wilayah kami itu rawan kekurangan air," ujarnya kepada BANGSAONLINE.com, Kamis (10/10/2024).
BACA JUGA:
- Komisi II DPR RI Bahas Sengketa Lahan TNI AL dengan Warga Pasuruan
- Pemkab Pasuruan Kembali Raih Opini WTP atas LKPD 2025
- Sosialisasi Pendidikan Moral Islamiyah, Anggota DPRD Jatim Aida: Pondasi Generasi Muda Berdaya Saing
- Jalan Rusak di Kabupaten Pasuruan Jadi Sorotan Dewan, Wewenang dan Anggaran Dikupas
Ia menyebutkan, masyarakat yang berada di daerah pemilihannya (Kecamatan Tutur, Puspo, Tosari, Purwodadi, dan Purwosari), sebagian besar adalah petani dan peternak. Sehingga, kebutuhan air menjadi prioritas utama untuk memenuhi aktivitas sehari-hari.
"Seperti kebutuhan minum ternak, mengaliri persawahan, perkebunan, dan kebutuhan sehari-hari. Terkai kebutuhan peternak sapi, petani sayur seperti kubis, wortel, kentang, dan holtikultura lainya sangat membutuhkan asupan air yang sangat cukup. Sementara aliran air di atas sangat minim dan sering dikatakan kekurangan," paparnya.
"Seperti di berapa Desa Andonosari, Kali Pucang, Kayu Kebek, Gerbo, dan di Kecamatan Tosari hampir keseluruhan desa kekurangan air. Oleh karena itu saya berharap kepada pemerintah kabupaten untuk segera mengambil solusi terkait kondisi air di wilayah tersebut," imbuhnya.
Di samping itu, Aidzin berharap lewat program pokok pikirannya akan ada pipanisasi, tandonisasi, dan dorongan pompa air dari bantuan pemerintah provinsi.
"Kalau bisa, setiap desa nanti ada 2 tandon, dan sumber mata air juga ada pengembangan," ungkap politisi muda ini. (afa/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




