Menurut saya, prinsip putra daerah tidak terbukti secara empiris. Meskipun masih ada aspirasi dari sebagian warga untuk melihat putra daerah memimpin, kenyataannya pengalaman menunjukkan bahwa kemampuan untuk memimpin dan mensejahterakan rakyatnya seharusnya menjadi prioritas utama dalam pemilihan kepala daerah.
Penting untuk mengubah paradigma bahwa hanya putra daerah yang dapat memimpin dengan baik. Kemampuan, komitmen, dan integritas seorang pemimpin lebih penting daripada asal usulnya. Kota Batu, seperti wilayah lainnya, membutuhkan pemimpin yang mampu mengatasi berbagai tantangan dan menghasilkan kebijakan yang mensejahterakan masyarakatnya.
Dalam memilih pemimpin, masyarakat perlu melihat track record, visi, dan program kerja calon pemimpin, bukan hanya sekadar asal usulnya. Keberhasilan kota tidak dapat dipastikan semata-mata dari sebuah label "Putra daerah," atau bisa disebut 'Wes Wayahe Wong Mbatu dipimpin Wong mbatu dewe', tetapi dari kemampuan pemimpin tersebut dalam mengelola kota dengan baik dan mensejahterakan seluruh lapisan masyarakat.
Sebagai bagian dari demokrasi, masyarakat Kota Batu memiliki hak suara untuk memilih pemimpin yang dianggap terbaik untuk kemajuan kota. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk melihat secara holistik kemampuan dan komitmen calon pemimpin, tanpa terjebak dalam narasi sempit bahwa hanya putra daerah yang layak memimpin.










