Lebih lanjut, Arief menuturkan, kedua pelaku selama beroperasi selama 3 bulan berhasil mengumpulkan uang sekitar Rp363 juta.
Donasi kemanusian untuk Palestina itu, masih kata Arief, sebenarnya hanya kedok penipuan saja, namun uang yang terkumpul digunakan untuk kepentingan pribadi untuk kebutuhan sehari-hari, dan ditransfer ke bank sebanyak lima kali.
“Sebagian uang donasi itu dikumpulkan ke rekening pribadi atas nama MI. Ditransfer lima kali dengan masing-masing Rp 10 juta,” terang Arief.
“Sisanya, digunakan untuk kebutuhan sehari-hari mereka seperti menyewa kamar hotel, biaya makan, biaya transportasi termasuk menyewa dua unit sepeda motor di Malang,” tambahnya.










