Apalagi berdirinya Omah Sampah Plumpang ini berawal sari rasa kepedulian terhadap sampah yang menumpuk di tepi-tepi jalan, sawah, dan lahan kosong.
"Banyaknya sampah tersebut membuat kami harus mencari ide agar dapat mengelola sampah menjadi sesuatu yang bernilai. Sehingga, selain dapat menciptakan lingkungan yang bersih, juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan di wilayahnya," beber Hamid.
Hamid menerangkan, semua sampah yang diambil dari masyarakat diubah menjadi pupuk organik dan Maggot BSF. Sampah organik seperti sisa makanan atau dedaunan awalnya didiamkan selama 2 minggu agar berfermentasi menjadi pupuk cair.
Pupuk cair itu selanjutnya bisa digunakan untuk pakan maggot.








