Aliansi mahasiswa di Nganjuk saat deklarasi tolak kampanye hitam.
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Aliansi mahasiswa di Nganjuk melakukan deklarasi menolak kampanye hitam atau black campaign dalam pelaksanaan pesta demokrasi yang berlangsung pada tahun ini.
Perwakilan mahasiswa Kabupaten Nganjuk, Agus Mathori, mengatakan bahwa black campaign merupakan pemecah belah persatuan, dan kesatuan karena sangat mencederai demokrasi apabila mengikutinya.
BACA JUGA:
- Film Pesta Babi di Nganjuk Disambut Antusias Penonton
- HUT ke-1089 Nganjuk, Bupati Tekankan Sejarah Manusuk Sima dan Ajak Warga Bersinergi
- Bupati Kediri, Jombang dan Nganjuk Rembug Pembangunan Flyover Mengkreng
- Pasar Murah di Nganjuk Diserbu Warga, Gubernur Khofifah: Kendalikan Inflasi, Stabilkan Harga Bapok
"Kami selaku perwakilan aliansi mahasiswa Kabupaten Nganjuk, menolak dengan tegas dengan adanya kampanye hitam/black campaign," ujarnya kepada BANGSAONLINE.com, Jumat (12/1/2024).
Ia berharap, Pemilu 2024 terlaksana dengan aman, tertib, dan damai. Masyarakat pun diminta untuk menghindari segala informasi yang berbau provokasi atau hoax, serta menjaga keharmonisan dalam pelaksanaan pesta demokrasi.
"Saya harap masyarakat gunakan hak pilih sesuai pilihannya," kata Agus. (raf/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




