Ilustrasi Sket Wajah korban/mayat tanpa identitas.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Polrestabes Surabaya memanfaatkan ilmu forensik dalam melakukan pengungkapan kasus pembunuhan atau bunuh diri yang tidak teridentifikasi.
Pengungkapan identitas korban, menggunakan metode Antropologi Forensik, dengan tujuan bisa diketahui sketsa wajah dari para korban tanpa identitas yang mengalami kerusakan hingga 80%.
BACA JUGA:
- HUT ke-99 Persebaya, Polisi Sekat Enam Pintu Masuk Surabaya Mulai Malam ini
- Nekat Kabur, 2 Jambret di Genteng Surabaya Dihadiahi Timah Panas oleh Polisi
- Mayat Mr X Ditemukan Mengapung di Sungai depan Hotel Narita Surabaya
- Rekonstruksi Pembunuhan Satpam di Surabaya Ungkap Motif Pelaku Pakai Pinjol Atas Nama Korban
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Hendro Sukmono mengatakan, pihaknya telah melakukan uji coba terhadap salah satu korban tanpa identitas yang sudah tidak bisa dikenali wajah dan sidik jarinya.
“Dari hasil Antropologi Forensik nantinya akan bisa di gambar sketsa wajah korban dan di mungkinkah ada yang mengenalnya,” jelasnya, Jumat (22/12/2023).
Metode ini, akan diuji kepada seorang mayat tanpa identitas yang ditemukan di Sungai Bibis Karah, Jambangan, Kamis (23/11/2023) lalu.
Mayat tersebut, mengenakan baju berwarna merah dengan celana kain warna abu-abu, serta berjenis kelamin laki-laki.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




