"Jadi bukan dengan kekerasan atau tindakan merugikan lainnya, sehingga hanya menghasilkan model demokrasi prosedural saja setiap lima tahun sekali," paparnya.
Sementara narasumber H. M. Farid Sauqi mengajak para calon dan partai politik menghindari kampanye yang memecah-belah dan merusak persatuan.
"Sebaliknya, mereka dapat fokus pada isu-isu nasional yang mendukung pembangunan dan kemajuan bersama," kata Farid.
"Sebagai garda terdepan penjaga peradaban, menurut dia, ulama dan aktivis harus berada pada posisi terdepan dalam menjadi solusi permasalahan bangsa ini," sambungnya.










