Rusdiyanto menduga Kemenag berdasarkan data yang lama. “Kerancuannya ada yang dikatakan pondok pesantren ada pesantren , disinilah banyak data yang masuk di Kemenag. Harusmya diverifikasi ulang,” tegas Rusdiyanto.
Namun Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Situbondo menyangsikan pernyataan tersebut. Kemenang merasa tidak ada urusan dengan lembaga amil zakat itu.
Kasubag TU Kemenag Situbondo, Imam Turmidi, S.Ag, M.Hi, langsung melakukan klarifikasi kepada HARIAN BANGSA. Ia menyayangkan pernyataan Rusdiyanto itu. Menurut dia, seharusnya Lazisnu mengurusi zakat, bukan pesantren.
“Kita menyangsikan itu, termasuk dari mana sumber data itu. Karena kita selama ini tidak pernah mengeluarkan selebaran data itu bebas, karena eksistensi Ponpes ada pada aplikasinya, semuanya ada di aplikasi itu,” kata Imam Turmudi.










