"Kalau pengaruh secara kasatmata pastinya, kegiatan akan berkurang. Tapi harus tetap optimal. Artinya, kalau sebelumnya kita dengan dana 25% kita bisa bikin 100 kali," ungkap Tesar, sapaan akrabnya.
"Dengan dana yang 10% maka kita harus buat banyak. Tapi ya gak mungkin nyampek 100 kali. Karena logis saja, anggarannya gak ada, maksudnya hanya sekian," timpal fungsional ahli pertama BCM ini.
Walaupun anggaran tersebut mengalami transisi, dirinya berharap tiap-tiap kabupaten yang ada di wilayah Madura, mampu mengoptimalkan alokasi anggaran tersebut secara maksimal dan tepat sasaran.
"Tapi dengan berkurangnya anggaran ini, tiap-tiap Kabupaten harapannya menggunakan alokasi anggaran ini dengan tepat, tepat sasaran," tegas Tesar.










