Wali Kota Maidi saat memimpin rakor forkopimda terkait kondusivitas Kota Madiun di GCIO, Senin (23/5/2022).
KOTA MADIUN, BANGSAONLINE.com - Wali Kota Madiun, Maidi, memberikan ancaman tidak akan memberikan izin untuk kegiatan perguruan silat. Hal ini diungkapkan Maidi usai menggelar rakor bersama Forkopimda dan IPSI Kota Madiun, Senin (23/5/2022) malam.
Rakor itu digelar menyikapi insiden saling lempar batu serta perusakan beberapa atribut di tepi jalan yang dilakukan anggota perguruan pencak silat usai acara halal bihalal.
BACA JUGA:
- DPRD Kota Madiun Serahkan Rekomendasi LKPj 2025 ke Plt Walkot
- Plt Wali Kota Madiun Apresiasi Hiburan dan Ucapan Idulfitri dari Paguyupan Gotong Royong Barito Jaya
- Sambut Para Pemudik, Plt Wali Kota Madiun Gowes Keliling Kota Sambil Cek Fasum
- DPRD Kota Madiun Gelar Rapat Paripurna Sampaikan Nota Penjelasan Atas 3 Raperda Inisiatif
"Halal bihalal itu kan menghadirkan kedamaian. Namun bila kedamaian tidak hadir di situ, ya halal bihalal kita tiadakan," ujarnya.
Jika setelah rakor ini kerusuhan terulang lagi, Maidi meminta pengurus perguruan silat yang bertanggung jawab. "Nantinya bagi mereka yang menimbulkan kerusuhan akan dilakukan pendadaran ala militer di 501. Karena itu semua telah menjadi kesepakan dari rakor forkopimda," tegas Maidi.
"Bila tidak bisa menciptakan kedamaian, keamanan, dan kenyamanan Kota Madiun, untuk perizinan (kegiatan perguruan silat) nanti tidak akan saya izinkan," imbuhnya.
Selain forkopimda dan pengurus IPSI kota Madiun, rakor itu juga dihadiri dua perguruan pencak silat. Mereka membahas langkah-langkah untuk menciptakan kondusivitas Kota Madiun.
Hasilnya, dua perguruan silat sepakat menjadikan Kota Madiun kembali kondusif. "Yang jelas, kesepakatannya kejadian kemarin tidak akan terulang. Karena kemarin ada miss dan tidak adanya izin. Sehingga nantinya itu tidak terulang kembali," terang Maidi. (dro/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




