"Karena jurnalis itu sangat menjunjung kode etik jurnalistik dengan mengutamakan tabayyun (klarifikasi). Kalau hanya asal ekspos tidak ada konfirmasi dengan yang bersangkutan, jelas pembodohan publik ini," cetus Yusuf.
Dia menegaskan, Tebuireng merupakan pondok pesantren yang turut berperan dalam mendirikan NKRI. Bahkan, pendiri Pesantren Tebuireng, Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy'ari, adalah pencetus resolusi jihad pada 22 Oktober 1945 yang menyerukan agar santri dan ulama pondok pesantren melakukan jihad membela tanah air.
Putra KH. M. Hasyim Asy'ari, KH A Wahid Hasyim, juga merupakan Anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). "Masa ponpes yang ikut mendirikan bangsa, foto santri-santrinya dipasang pada berita tentang jaringan teroris," kata Yusup.
"Ponpes Tebuireng sebagai pelopor utama pergerakan Arek-Arek Suroboyo, yang dikumandangkan langsung oleh Hadratussyaikh Hasyim Asy'ari yang dikenal hingga sekarang 'Resolusi Jihad' itu berawal dari Tebuireng, masak masih ragu dengan pondok kami," papar dia.










