Pemilik WahCafe di Kelurahan Banaran, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, Yuwono. Foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE
KOTA KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Yuwono, pakar obat herbal di Kota Kediri, terus berupaya mengenalkan khasiat tanaman obat keluarga (toga) kepada masyarakat. Bermacam jenis jamu telah dibuatnya.
Seiring dengan munculnya beragam penyakit pada zaman modern ini dan masih adanya pandemi Covid-19, ia juga meramu jamu yang berkhasiat untuk menambah imunitas.
BACA JUGA:
- Wali Kota Kediri Jelaskan 3 Raperda, dari Jalanan hingga Cadangan Pangan
- Rumah Kerap Bocor, Nenek 76 Tahun di Kota Kediri Terima Bantuan Bedah Rumah Rp20 Juta
- Kegiatan Mlaku Bareng Dipadati Ribuan Warga PSHT Kota Kediri
- Dispendukcapil Kota Kediri Pastikan Fotokopi KTP-el Masih Diperbolehkan Asal Bijak Digunakan
Ia pun mendirikan kafe khusus jamu yang diberi nama WahCafe, di Kelurahan Banaran, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri.
"Nama ini merupakan kepanjangan dari Wahyu Alam Herbal Cafe. Tujuan utama pendiriannya untuk melestarikan tanaman jamu dan obat keluarga, sehingga ini cocok digunakan menambah imunitas tubuh saat pandemi Covid-19," kata pria yang juga salah satu upaya Ketua Yayasan Wahyu Alam itu, saat Launching WahCafe, Sabtu (8/1).
Ia menuturkan bahwa konsep yang ditawarkan di tempat ini lebih kepada sarana pendidikan. Pihaknya siap menerima masyarakat, maupun mahasiswa, serta kalangan lain yang ingin memanfaatkan tanaman toga untuk meningkatkan kesehatan tubuh.
"Lewat cara ini kami mengedukasi masyarakat, terutama mewariskan ilmu kepada generasi milenial agar mengetahui ragam manfaat tanaman obat. Di sini ada 200-an jenis tanaman, seperti daun sembung, daun meniran, dan temulawak," tutur pemilik Taman Toga Wahyu Alam yang akrab disapa Wahyu ini.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




