Tafsir Al-Quran Aktual: Zakat Fitrah atau Zakat Fitr? | BANGSAONLINE.com - Berita Terkini - Cepat, Lugas dan Akurat

Tafsir Al-Quran Aktual: Zakat Fitrah atau Zakat Fitr?

Sabtu, 29 Juli 2017 23:34 WIB

Jika anda melafalkan "Zakat Fitrah", maka artinya, zakat jiwa. Setiap jiwa yang hidup hingga maghrib, malam satu Syawal, atau yang baru lahir sebelum mata hari terbenam dan tetap hidup hingga setelah matahari terbenam, maka wajib zakat, zakat jiwa alias zakat al-fitrah.

Jika kita pilih ideom "Zakat al-Fitr", maka artinya zakat yang dikeluarkan menyongsong manusia melakukan sarapan pagi pada setiap satu Syawal. Hikmah yang digagas dari ideom ini adalah, agar semua umat manusia bisa makan pagi, bisa berpesta di hari raya dan jangan sampai ada yang tidak bisa berpesta. Itulah, maka waktu zakat fitr dibatasi sampai shalat Id dilaksanakan, sehingga orang-orang miskin punya persiapan berpesta.

Zakat fitrah/fitr ini sangat terkait dengan momen penting, momen kritis sekaligus sakral, sehingga siapa telat mengeluarkan zakat dari batas waktu yang sudah ditentukan, maka Tuhan tidak menerimanya sebagai zakat, tapi diterima sebagai amal sedekah biasa. Berapa pun besar ganti dari zakat fitrah yang telah tersebut, nilainya tetap tidak sama.

Siapa lalai sehingga tidak mengeluarkan zakat tersebut, maka dia berdosa. Begitu istimewa momen zakat tersebut, maka agama memberi jangka waktu cukup lama, sebulan penuh. Sejak awal Ramadhan, waktu zakat sudah dibuka dan umat islam boleh berta'jil (mensegerakan zakat).

Jika dua terma itu digabung (fitrah dan fitr), maka zakat di ujung Ramadhan itu adalah sebagai pajak jiwa, pajak hidup kita setahun yang dibayarkan sebagai santunan fakir-miskin agar bisa pesta makan pagi di hari raya idul fitri. Mau fitrah atau fitri, yang utama bagi kita adalah saling memaaf atas segala salah dan khilaf, moga amal ibadah kita diterima, kembali ke sisi-Nya dengan husnul khatimah. amin.

 

Berita Terkait

Bangsaonline Video