Tidak Ada Tindakan, Penambangan Pasir Ilegal di Pantura Sumenep Masih Marak

SUMENEP (BangsaOnline) - Meskipun petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sumenep, gencar melakukan razia aksi penambangan pasir ilegal di pantura, ini tidak serta merta membuat pelaku jera. Bahkan, aksi serupa akhir-akhir ini mulai marak dilakukan.

Maraknya aksi yang dinilai meresahkan warga setempat itu, dikatakan oleh Anggota DPRD Sumenep Dapil IV Syaiful Barri.

”Kami sendiri selalu mendapat laporan dari warga, baik secara lisan maupun dengan melalui elektronik (SMS). Banyak masyarakat yang mengeluh lantaran aksi penambangan liar itu sering dilakukan,” katanya saat ditemui di tempat kerjanya jum'at (09/01).

Menurutnya, aksi penambangan itu berimbas terhadap pondasi masjid Al-Abror, Dusun Lebak Pacenan, yang berada di Desa Ambunten Timur menjadi miring dan nyaris roboh. Masjid yang terletak sekitar 50 meter dari bibir pantai itu, diduga terkena imbas penambangan yang ada di Desa Ambunten Tengah.

"Disadari atau tidak, pasti penambangan ilegal itu akan berdampak luas. Salah satu buktinya, salah satu masjid di Desa Ambunten Timur, sekarang kondisinya sudah miring akibat terkena dampak penambangan pasir tersebut," keluh Syaiful.

Oleh sebab itu, pihaknya berharap pemerintah segera menangani masalah penambangan pasir yang marak dilakukan di wilayah pantura khususnya yang berada di Kecamatan Ambunten.

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO