Resolusi 2022: Ekspor Olahan Produk Pertanian, hingga Peningkatan Kualitas Komoditi Perkebunan

Namun, Tokoh NU Kencong yang akrab disapa Abah Marzuki ini berharap komoditi yang diekspor adalah produk-produk olahan. Dengan begitu, nilai jualnya pun lebih tinggi ketimbang produk mentah.

“Selain komoditi pertanian, komoditi perkebunan, seperti tebu yang merupakan bahan utama gula, harus terus bertahan, bahkan mengalami peningkatan kualitas dan kuantitas sehingga mampu bertahan di tengah pasar global. Terlebih, pasokan gula di Jawa timur meng-cover 45% kebutuhan Nasional," imbuh pria yang juga dikenal sebagai petani tebu tersebut.

Senada, Lia Istifhama menjelaskan pentingnya realisasi prinsip hasil pertanian yang dijelaskan oleh Gubernur Khofifah dalam beberapa kesempatan, yaitu tanam, petik, olah, kemas, jual.

“Dengan memenuhi unsur tanam, petik, olah, kemas, dan jual, maka produk pertanian pun akan semakin naik kelas dengan menjadi produksi pangan olahan terkemas. Saat menjadi produk olahan, maka potensi lokal sangat mudah terdorong untuk memasuki pasar global,” terang Doktoral Ekonomi Syariah UINSA ini.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: