Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar parawansa bersama Bupati Lumajang Thoriqul Haq (baju oranye) saat memantau kondisi pasca erupsi Gunung Semeru.
LUMAJANG, BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengkoordinasikan para bupati terdekat untuk segera melakukan penanganan kegawatdaruratan pasca terjadi erupsi Gunung Semeru. Utamanya di daerah Pronojiwo, yang aksesnya terputus akibat ambruknya Jembatan Gladak Perak.
"Bupati Malang sudah kirim tim, kami sudah mengkomunikasikan antara Pak Bupati Lumajang, Pak Bupati Malang, Jember, ini juga sudah kirim TRC, bagaimana action plan kegawatdaruratan sebaik mungkin," ujar gubernur saat meninjau lokasi di Dusun Kampung Renteng, Desa Sumberwuluh Candipuro, Minggu (05/12).
BACA JUGA:
- Salurkan Rp1,8 Miliar, Khofifah Serahkan Bansos dan Tali Asih Pilar Sosial di Kota Kediri
- Gus Fawait Raih Penghargaan di HPN 2026
- RSD dr Soebandi Jadi RS Pendidikan Dokter Spesialis, Gus Fawait: Layanan Setara di Surabaya
- Hapus Denda Pajak hingga 30 Juni 2026, Gus Fawait: Warga Tetap Wajib Bayar Pokok Pajak
Dusun Kampung Renteng menjadi lokasi paling parah terdampak erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada Sabtu (04/12) kemarin. Terpantau sejumlah rumah milik warga dan kendaraan angkutan pasir tertimbun material vulkanis Gunung Semeru.
Gubernur juga menjelaskan bahwa untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi, pasokan logistik telah didistribusikan ke posko-posko pengungsian.
"Kalau awal kita bawa kids wear, family kit, berbagai kelengkapan kesehatan, pasti sembako, beberapa item di BPBD diidentifikasi standby baik itu di BPBD kabupaten, provinsi, maupun BNPB, tadi malam sudah terkirim," ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Lumajang Thoriqul Haq menyampaikan bahwa fokus penanganan pasca erupsi saat ini adalah proses evakuasi. Ia berterima kasih tim relawan dan BPBD dari kabupaten sekitar turut membantu proses penanganan kegawatdaruratan di Lumajang.
"Terima kasih Ibu Gubernur sudah mengkoordinasikan antar kabupaten/kota terdekat sudah meluncur, tentu ini akan memaksimalkan proses penanganan kegawatdaruratan di sini," ujarnya. (ron/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




