Sejumlah warga dari Desa Ngepoh, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, menggelar aksi protes di tengah jalan yang rusak.
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com - Puluhan warga dari Desa Ngepoh, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, menggelar aksi protes atas kerusakan jalan di wilayahnya. Mereka melakukan tanam padi dan memancing di tengah jalan yang berlubang serta tergenang air bekas hujan.
"Jalan desa ini sudah lama rusak," ujar salah seorang warga setempat, Kusyono, saat asyik memancing di tengah jalan yang tergenang, Senin (29/11).
BACA JUGA:
- KONI Kabupaten Probolinggo Cairkan Reward Rp1,1 Miliar untuk Atlet dan Pelatih Peraih Medali Porprov
- Mega Guntara Terpilih Aklamasi Pimpin PMI Kota Probolinggo Periode 2026-2031
- 12 Camat di Kabupaten Probolinggo Resmi Dilantik Jadi PPATS
- Pengadaan Alkes RSUD Waluyo Jati Kraksaan Probolinggo Diselidiki Polda Jatim
Ia menuturkan, rusaknya jalan diakibatkan oleh kendaraan besar yang kerap melalui daerah tersebut. "Ini dampak pembangunan Jembatan Kedungasem, sehingga jalan desa dijadikan jalan alternatif," tuturnya.
Alhasil, banyak pengendara yang terjatuh dan ada juga yang terjatuh ke parit. Maka dari itu, warga setempat mendesak pemerintah agar segera turun tangan dan melakukan perbaikan agar jalan berlubang itu tidak memakan korban jiwa.
"Kalau tidak segera dilakukan perbaikan, warga khawatir jalan rusak ini memakan korban," kata warga lainnya.
Aksi tersebut menjadi perhatian dari para pengendara yang lewat. Mereka terpaksa menghentikan kendaraannya untuk melihat aktivitas puluhan warga itu.
Camat Dringu, Ulfiningtyas, tidak berada di kantor saat dikonfirmasi wartawan. Menurut Kasi Trantrib, Alim Susilo, camat sedang keluar. (ugi/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




