Universitas PGRI Kanjuruhan Malang Gelar Kolokium, Rektor: Unikama adalah Miniatur Indonesia

"Ke depannya menjadi PR kita mencoba mencari core value-nya, supaya penamaan kampus kita sebagai kampus multikultural bisa kita pertanggungjawabkan. Kita bukan hanya ikiut-ikutan, di dalamnya ada nilai yang harus dihidupi, bukan hanya dalam pergaulan, tetapi terinternalisasi dalam kurikulum," paparnya menambahkan.

Sementara itu, Ketua PSPM Unikama, Andre Fransiskus Gultom, memaparkan bahwa tema ini diambil untuk menggali kekayaan yang terkandung dari dalam kampus. Menurut dia, masih ada kampus multikultural di tanah air.

"Barangkali kita abai, bahwa yang baik itu ada di luar, padahal harta karun ada di dalam. Ingin mencari kekayaan dari dalam, dari kampus kita sendiri. Ada banyak universitas yang mengklaim dirinya sebagai kampus multikultural. University itu unity the diversity, pemaknaan ini mendasarkan bahwa universitas memiliki dan mengandung muatan multikultural (dimensi kodrati)," urai Andre.

Dosen Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unikama, Wadji, menyatakan bahwa meningkatnya tindak intoleransi dalam masyarakat dalam lembaga pendidikan membuat Unikama segera mewujudkan kenyataan. Menurut dia, pemahaman terhadap keberagaman harus mewarnai setiap kampus, terlebih pada kampus yang mendeklarasikan diri sebagai kampus multikultural.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: