“Jika berita itu benar, ini mudah sekali mendeteksinya. Dan ini sangat bahaya karena berpotensi merusak nama Pak Jokowi. Padahal semua tahu bahwa itu bagian dari persaingan untuk memenangkan calonnya,” tegas Kiai Muchlis kepada BANGSAONLINE.com, Selasa (9/10/2021).
Kiai Muchlis yang kini sedang menempuh S3 di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) juga mengungkapkan bahwa masalah ini di internal NU sangat ramai dibicarakan.

Menurut Kiai Muchlis Muhsin, aksi borong hotel seperti itu sering terjadi dalam setiap perhelatan, terutama dalam persaingan untuk memenangkan calon ketua umum. “Kita kan sudah paham. Dalam persaingan untuk memenangkan calon ketua umum kan selalu seperti itu. Hotel diborong, bahkan rumah-rumah di sekitar arena muktamar juga diborong, agar lawannya tak kebagian tempat,” kata Kiai Muchlis Muhsin.










