Meski demikian, ia tidak mempersoalkan soal siapa yang mengisi dua jabatan tersebut. Asalkan, Muktamar NU ke-34 berjalan kondusif dan tidak ditopang kepentingan politik dan hal lainnya.
"Selama tidak ada intervensi politik, suap menyuap, dan tidak ada drama panitia, pasti akan berjalan baik," kata Kiai Afif.
BACA JUGA:Singgung Peran NU, Kiai Asep: Kita Punya ITS dan ITB Tapi Tak Bisa Buat Motor, Apalagi Rudal
"Muktamar itu berjalan kondusif kalau para muktamirin, panitia, dan semua tokoh-tokoh NU kompak berpegang pada aturan AD/ART. Sebaliknya, kalau aturan tersebut diabaikan maka seterusnya tidak akan bisa kondusif," paparnya menambahkan.











