Sedangkan dari KH. Yahya Cholil Tasquf, mantan jubir Presiden KH. Abdurrahman Wahid, menurut Yusuf, kabarnya sudah mendapatkan dukungan penuh dari pengurus NU Jatim dan Jateng. Bahkan para sesepuh NU keduanya sama-sama kuat dan siap membikin kejutan.
Setiap Muktamar NU akan selalu menarik mata orang banyak, tentu saja berkaitan dengan posisi ketua PBNU. NU yang beridiri pada tahun 1926 ini, kini sudah tumbuh menjadi ormas besar. Cabangnya merata di Indonesia bahkan di sejumlah negara.
"NU selain memiliki perguruan tinggi maupun rumah sakit, NU kini juga memiliki kader-kader milenial potensial dalam berbagai bidang. Misalnya dalam bidang intelektual dari pesantren kini muncul sosok Gus Baha Rembang, Gus Kautsar Ploso (Kediri), Gus Reza intelektual, Gus Awis Rejoso, dan lainnya," ujar dia.
Yusuf berharap Muktamar NU ke-34 di Lampung nantinya dapat berlangsung penuh martabat. Tidak seperti dibandingkan Muktamar Makassar dan Jombang yang banyak masalah.










