"Sedangkan untuk mendapatkan uang muka sebesar 20 persen sebenarnya bisa, namun tidak mereka lakukan. Jikalau pun mereka sodorkan toh tidak akan kita realisasi. Kecuali mereka punya itikad baik menyelesaikan pekerjaannya," ucap Bambang.
Seperti diketahui, proyek rehabilitasi Taman Alun-Alun Kota Mojokerto senilai Rp 2.8 miliar dan Taman Budaya pada Wisata Bahari Mojokerto senilai Rp 3.9 miliar tengah terseok-seok. Rehab alun-alun yang dikerjakan CV Indraprasta minus 11 persen. Sedangkan proyek taman sebagai pendukung Sungai Ngothok yang dikerjakan CV Aspira Utama malah lebih parah, minus 20 persen.
Pihak DLH kini berusaha mengejar ketertinggalan target tersebut dengan menandatangi kantor mereka di Jogja dan Tuban. "Kedua rekanan tersebut menjanjikan akan menggeber pekerjaannya Selasa besok. Progresnya hari ini, pagar-pagar sudah tiba di lokasi proyek. Kalau mesin inject (paku bumi) kemarin harusnya sudah datang, tapi ada masalah karena kecelakaan saat dalam proses pengiriman," terang Bambang.
Mengutip pernyataan pelaksana, Bambang mengungkapkan baik CV Indraprasta dan Aspira Utama optimis menuntaskan proyek tepat waktu. Sekadar diketahui, pelaksanaan proyek Rejoto dijadwalkan selesai 2 Desember 2021, sedangkan rehab alun-alun selesai 23 Desember 2021.










