Setelah kejadian itu, pada bulan-bulan berikutnya saya menjadi rajin belajar ngaji. Bahkan sekolah pun juga di madrasah. Sejak SMP pun saya sudah berhijab dan diingatkan sama Mamak saya, boleh berhijab, tapi salatnya gak boleh tinggal. Alhamdulilah sampai saat ini, saya masih bisa menuruti kata Mamak saya.
Namun, belakangan ini, setelah saya di asrama, saya kembali teringat terus kata-kata yang pernah saya ucapkan dan peringatan adik saya kalau Allah akan marah. Setiap ibadah salat, kata-kata hinaan dan peringatan adik saya berlintasan di pikiran.
Saya jadi takut. Sering nangis sendiri. Saya lawan dengan zikir dan memohon ampunan terus menerus. Saya merasa terus menerus ketakutan dan sangat malu sama Allah. Alhamdullilah meski berat, kadang saya bisa melawan kata-kata buruk dihati saya kiai.
Tolong bantu saya Kiai, apakah Allah akan menerima taubat saya? Terima kasih Kiai sebelumnya.










