Petugas saat berada di TKP untuk mengevakuasi korban. foto: ist.
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Ahmad Fatoni (27), wargal Dusun Pohblembem Desa/Kecamatan Badas Kabupaten Kediri, ditemukan meninggal dunia gantung diri di pohon, Minggu (18/7/2021) malam.
Diduga korban nekat mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri, karena mengalami depresi lantaran mempunyai penyakit yang tidak kunjung sembuh.
BACA JUGA:
- Sering Mengamuk dan Ludahi Pengguna Jalan, ODGJ di Kediri Dibawa ke RSJ Lawang
- Wali Kota Kediri Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat, Target Rampung 20 Juni
- Damkar Kabupaten Kediri Evakuasi Ular Piton 6 Meter di Gurah
- SIWO PWI Kediri Raya Gelar Turnamen Domino Pelajar Perdana, Orado Bidik Atlet Muda Berprestasi
Kapolsek Pare AKP I Nyoman Sugita melalui Kasi Humas Aipda Peni Indrawati mengatakan peristiwa itu pertama kali diketahui oleh Wahyu (27), warga setempat. Awalnya Wahyu diberitahu oleh Zaskia (adik korban), bahwa korban tidak ada di rumah. Padahal kondisinya sedang sakit.
"Adik korban ini awalnya bingung karena korban tidak ada di rumah. Kemudian menghubungi saksi Wahyu untuk mencari korban," kata Peni, Senin (19/7/2021).
Keduanya pun langsung mencari keberadaan korban di kebun belakang rumah sambil membawa senter (alat penerangan). Tak lama melakukan pencarian, Wahyu dan Zaskia kaget mendapati korban menggantung di pohon bambu menggunakan seutas tali tampar plastik warna biru.
"Keluarga korban atau saksi ini setelah mencari menemukan korban menggantung di pohon," tutur Peni.
Petugas yang mendapat laporan adanya orang gantung diri langsung menuju ke lokasi kejadian. Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan luar di tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas luka akibat penganiayaan.
"Dari keterangan saksi-saksi, korban ini mempunyai penyakit. Diduga korban mengakhiri hidupnya dengan cara tersebut karena depresi. Pihak keluarga korban menerima atas kejadian tersebut adalah musibah dan bersedia membuat surat pernyataan," tutup Peni. (uji/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




