Efektivitas PPKM Darurat, Menunggu Keajaiban Luhut BP?

Efektivitas PPKM Darurat, Menunggu Keajaiban Luhut BP? M Mas'ud Adnan

Oleh: M Mas’ud Adnan --- Ada fenomena politik cukup menarik belakangan ini. Beberapa tokoh publik mulai bersuara keras terhadap sepak terjang Luhut Binsar Panjaitan (LBP). Jika selama ini kekecewaan itu “ditaruh rapat dalam saku”, kini justru diungkap secara verbal kepada publik. Ada apa?

Jamak kita ketahui, Luhut dalam pemerintahan Jokowi merupakan salah satu tokoh kunci yang sangat berpengaruh. Berkali-kali Jokowi memberi wewenang besar dan strategis kepada tokoh militer berusia 73 tahun asal Toba Simosir Sumatera Utara itu. Sampai ada yang menjuluki Luhut sebagai menteri segala urusan.

Kini Jokowi kembali memberi wewenang besar. Ia menunjuk Luhut BP sebagai Koordinator Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat untuk penanganan Covid-19 wilayah Jawa-Bali. Padahal Luhut sudah menjabat “menteri sangat strategis” yaitu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves).

Berbeda dengan penugasan-penugasan Jokowi sebelumnya, kali ini Luhut banyak mendapat protes keras. Bahkan kekecewaan pada Luhut meluas. Terutama kebijakannya “membiarkan” Tenaga Kerja Asing (TKA) masuk Indonesia saat rakyatnya sendiri di-“karantina” dengan peraturan PPKM Darurat.

Sampai muncul spekulasi liar: jangan-jangan kebijakan PPKM Darurat itu diberlakukan hanya siasat untuk meloloskan TKA China masuk Indonesia. Apalagi hingga hari ini PPKM Darurat belum menunjukkan efektivitasnya. Bahkan Covid-19 dikabarkan makin meroket.

KEAJAIBAN LUHUT

Sebagai tokoh nasional Luhut sangat ajaib. Saya pernah berbincang lama dengan tokoh migas yang bermitra dengan Luhut. Menurut dia, Luhut mengenal Jokowi sangat lama, jauh sebelum menjadi presiden.

Ajaibnya, menurut tokoh migas itu, saat Jokowi masih menjabat Wali Kota Solo Luhut sudah memprediksi bahwa insinyur lulusan UGM itu punya potensi menjadi presiden. Saat itu, tutur tokoh migas itu lagi, Luhut sudah mulai menggadang-gadang Jokowi sebagai presiden. Maka, wajar jika kini Luhut menjadi sosok sangat berpengaruh di sekitar Jokowi.

Yang juga perlu diingat, sebelum Jokowi berkuasa karir politik Luhut juga sudah mulai berkibar. Saat KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) jadi presiden, Luhut diangkat sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan. Hanya saja ia tak lama menjabat menteri. Satu tahun (2000-2001). Karena Presiden Gus Dur sendiri jatuh (1999-2001) akibat kudeta politik yang dilakukan Amien Rais (PAN), Arifin Panigoro (PDIP), dan Akbar Tanjung (Golkar).

Namun seorang tokoh intelijen mengungkapkan sejatinya Amien Rais cs itu hanya wayang politik. Menurut dia, aktor utama penjatuhan Gus Dur adalah para tokoh sosialis yang mengitari Gus Dur.

Tokoh senior intelijen itu bahkan menyebut beberapa nama yang saat itu berada di sekitar Gus Dur. Mereka inilah, kata dia, yang kemudian memblokade Gus Dur agar tak bisa berkomunikasi dengan pihak lain sehingga menimbulkan kekecewaan. Celakanya, menurut dia, tokoh-tokoh sosialis itu selalu ada dan mengitari semua rejim. Hingga sekarang.

Gus Dur kemudian diganti Megawati Soekarnoputri. Konon, saat Mega jadi presiden, Luhut juga ditawari jadi menteri. Namun karena pertimbangan etika politik, Luhut menolak.

Simak berita selengkapnya ...